Hidup itu seperti seorang penjahit

19 Apr

Hidup itu seperti  Seorang Penjahit. Menemukan sepenggal demi sepenggal alat dan bahan yang digunakan, seperti gunting, jarum, kain, benang, dan perangkat menjahit lainnya. Memahami secara baik dan pasti mengenai fungsi dan kegunaan barang-barang tersebut, baru kemudian terjadi proses pembuatan baju, dan proses itu akan terus berkembang untuk penciptaan berbagai kreasi seperti tas, topi, dan aksesoris-aksesoris lainnya. Hal ini sama seperti hidup.

Awalnya kita hanya berfikir bahwa gunting hanya digunakan untuk menggunting sebungkus supermie, kertas ataupun tali. Namun seiring berjalannya waktu, pemahaman kita akan sesuatu akan semakin kompleks, dengan semakin banyaknya informasi yang kita terima. Gunting yang tadinya di pikiran hanya untuk menggunting kertas ataupun benang, sekarang berubah untuk dapat menggunting rumput, pohon bonsai, dan yang mungkin belum pernah terfikir sebelumnya adalah membuka sebuah kaleng sarden?

Bagaimana cara kita memahami fungsi dari  kegunaan sebuah gunting? Awalnya ketika kita masih sangat belia, kita memperhatikan  ibu kita menggunakan gunting untuk membuka sebungkus supermie. Lalu yang terekam dalam pikiran saat itu adalah bahwa gunting hanya untuk membuka sebungkus supermie dan bukan hal yang lain.

Lalu ditahun berikutnya, anak belia ini masuk ke sebuah TK (Taman Kanak). Pelajaran pada saat itu adalah membuat prakarya. Dilihatnya gunting digunakan untuk memotong-motong kertas. Bertambahlah pengetahuan si Anak. Bahwa selain untuk membuka sebungkus supermie ternyata gunting juga bisa digunakan untuk memotong kertas.

Hari berganti, sang anak lama tidak memperhatikan si gunting. Sibuk bermain dengan teman-temannya dan mengerjakan berbagai tugas sekolah. Suatu hari sang anak berjalan menuju ke rumah bersama teman-temannya. Dalam perjalanan sang anak diajak mampir oleh temannya untuk belajar bersama. Dirumah temannya sang anak melihat ibu temannya, sedang mengerjakan sesuatu dengan menggunakan gunting. Ternyata ibu itu sedang membuat sebuah baju. Maka bertambah kaya lah pengetahuan sang anak. Dia mengetahui bahwa ternyata gunting mepunyai banyak kegunaan, tidak hanya untuk menggunting kertas ataupun membuka sebungkus supermie. Pemahaman akan kegunaan dari gunting itu tidak didapatkannya dari 1 malam. Namun bertahun-tahun lamanya.

Tentunya kita masih bersyukur karena mungkin sebelumnya, orang-orang terdahulu bingung bagaimana membuat sebuah jarum, atau bagaimana menciptakan sebuah benang, kemudian bagaimana membuat benang menjadi kain, bagaimana membuat gunting. Tentu prosesnya tidak cepat bukan? Mencoba kemudian gagal, hingga menemukan hal yang tepat. Setelah mampu menjahit dengan menggunakan tangan, manusia merasa seharusnya menjahit bisa dilakukan dengan cepat bila terdapat jumlah pemesanan yang banyak, maka manusia mulai berfikir bagaimana caranya untuk membuat sebuah mesin untuk membantu proses menjahit. Maka kemudian terciptalah mesin jahit.

Itulah kehidupan, dari detik ke detik, menit ke menit, jam ke jam, hari ke hari, pemahaman akan sesuatu akan terus berkembang seiring bertambahnya informasi yang kita miliki. Menjadi manusia yang lebih komplit, menjadi manusia yang memahami sesungguhnya apa yang sedang dia kerjakan, dan memahami akibat dari setiap detil langkah yang dibuat secara pasti dan yakin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: